Sejarah Singkat

  1. Pada tahun 1983 di wilayah eks kawedanan jatilawang yang meliputi Kecamatan Jatilawang, Wangon, Lumbir , Purwojati dan Kecamatan Rawalo belum ada SMA Negeri.
  2. Bagi masyarakat jatilawang yang menginginkan adanya SMA Negeri sudah mulai merintis dengan mendirikan SMA Swasta, yang diberi nama SMA Pemda Jatilawang, dengan suatu harapan agar SMA Pemda tersebut dapat menjadi SMA Negeri.
  3. Pemerintah melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mulai membangun gedung sekolah paket B/UGB. (Unit Gedung Baru) yaitu sekolah negeri yang dibangun langsung oleh pemerintah pusat. Kepala Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyumas yang dijabat oleh Bapak drs. Djarwoto Aminoto menawarkan didirikannya SMA Paket / UGB untuk Kecamatan Jatilawang atau Kecamatan Wangon.
  4. Atas perjuangan Camat Jatilawang dan Kepala Desa tunjung (Bp. Kartim HP) SMA Negeri Paket/UGB dapat dibangun di Kecamatan Jatilawang tepatnya di Desa Tunjung.
  5. Hambatan yang dihadapi pada saat itu diantaranya adalah tanah untuk lokasi pembangunan gedung seluas 4 (empat) bahu. Lokasi yang akan digunakan adalah tanah milik penduduk/warga masyarakat jatilawang, oleh karena itu diperlukan beberapa kali pertemuan/musyawarah dengan pemilik tanah untuk memperoleh kesepakatan. Akhirnya dicapai kesepakatan antara pemilik tanah dengan pemerintah dan dan dituangkan Surat Keputusan / Pembebasan tanah No. 5/Pan/PT/1984 tertanggal 28 Februari 1984.
  6. Penerimaan Siswa Baru dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 1984, sebelum gedung baru terselesaikan, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di SMP 1 Jatilawang dengan kegiatan belajar mengajar pada siang hari, hal ini berlangsung + 1 tahun.
  7. Setelah gedung baru selesai dibangun pada tanggal 31 agustus 1985, proses belajar mengajar dilaksanakan di SMA Negeri Jatilawang. Secara resmi SMA Negeri Jatilawang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI No. 0558/0/1984 tertanggal 20 Nopember 1984.